Cara membuat plugin WordPress

Artikel ini terakhir diperbaharui pada 20 August 2020.

Halo selamat malam semua, kali ini saya akan share bagaimana cara membuat plugin sederhana pada cms WordPress.

Pengertian Plugin

Secara dasar, pengertian plugin WordPress adalah sekumpulan kode program yang bertujuan untuk mengembangkan fungsionalitas dari WordPress itu sendiri, yang dibuat menggunakan PHP, dan juga bisa termasuk css, java script dan gambar.

Karena rules dari WordPress sangat melarang untuk menyentuh inti / core dari code WorPress, jika anda mempunyai ide untuk mengembangkan WordPress secara fungsionalitas maka gunakan plugin.

Plugins are packages of code that extend the core functionality of WordPress. WordPress plugins are made up of PHP code and can include other assets such as images, CSS, and JavaScript.

WordPress

Dasar-dasar pembuatan plugin

Sebelum membuat baris-baris program pada plugin and, alangkah baiknya anda memahami dasar pembuatan plugin WordPress, seperti misalnya dimana plugin disimpan, dan bagaimana anda membuat folder plugin.

Folder Plugin

Folder plugin WordPress secara default disimpan pada folder wp-content kemudian ada folder plugins. Disana semua plugins disimpan termasuk nantinya plugin yang akan anda buat.

Langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Login ke cPanel atau gunakan ftp atau gunakan ssh
  • Masuk ke folder wp-content
  • Masuk ke folder plugins
  • Buat folder plugin anda misalnya dengan nama : my-plugin
  • Kemudian buat file dengan extention .php, nama file nya samakan dengan nama folder plugin anda : my-plugin.php
folder-wp$ cd wp-content
wp-content$ cd plugins
plugins$ mkdir my-plugin
plugins$ cd my-plugin
my-plugin$ vi my-plugin.php

Saya contohkan membuat folder plugin dan file php menggunakan ssh dan editor vi. Jika menggunakan cPanel atau FTP seharusnya lebih mudah, yang pasti pada folder plugins harus ada folder my-plugin, dan didalam folder my-plugin harus ada file .php dengan nama yang sama.

Header Parameter

Header parameter digunakan untuk mengidenfikasi plugin, agar plugin anda bisa dibaca oleh oleh WordPress pada menu plugin dan juga sebagai informasi terkait plugin itu sendiri. Pada dasarnya plugin harus memiliki header sebagai berikut :

/**
 * Plugin Name:       Plugin Pertama Saya
 * Plugin URI:        https://hendrawijaya.net/
 * Description:       Ini adalah plugin pertama yang saya buat
 * Version:           1
 * Requires at least: 5.2
 * Requires PHP:      7.2
 * Author:            Hendra Wijaya
 * Author URI:        https://hendrawijaya.my.id/
 * License:           GPL v2 or later
 * License URI:       https://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html
 * Text Domain:       my-basics-plugin
 * Domain Path:       /languages
 */

Pada header diatas adalah versi yang lengkap, anda harus mencantumkan lisensi plugin dan minimal versi WordPress yang digunakan beserta versi PHP yang akan digunakan.

Namun demikian anda juga dapat menggunakan header yang paling basic seperti ini :

/**
 * Plugin Name: Plugin Pertama Saya
 */

Atau bisa gunakan yang standart seperti ini :

/**
 * Plugin Name:       My Plugin
 * Plugin URI:        https://hendrawijaya.net/
 * Description:       Ini adalah plugin pertama yang saya buat.
 * Version:           1
 * Author:            Hendra Wijaya
 * Author URI:        https://hendrawijaya.my.id/
*/

Simpan plugin dan check pada dashboard WordPress

Save file my-plugin.php, yang sudah anda buat, kemudian buka dashboard WordPress anda kemudian masuk ke menu Plugins, seharusnya sudah ada plugin yang baru saja anda buat :

hasil install plugin

Kesimpulan

Setelah anda paham dasar plugin, kemudian membuat folder plugin dan header plugin, langkah selanjut nya adalah mencoba baris koding pertama plugin anda dengan Hook yang sudah disediakan oleh WordPress.

Artikel terkait hook dan koding plugin akan dibahas pada postingan selanjutnya. Silahkan tinggalkan komentar ya.

Wassalam
Hendra Wijaya

Referensi : diakses tanggal 29 Juli 2020, pukul 12.00 Wita

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *