Dijalan yang tidak mudah, Kita…

Kekasih,

Duabelas tahun telah lewat seperti hujan yang tak selalu jatuh dengan cara yang sama.

Ada yang deras hingga menjatuhkan kita, ada yang tipis namun tetap membuat hati bergetar.

Kita menampung hujan yang tak adil, menyembunyikan luka yang bahkan waktu enggan menyentuh.

Namun entah bagaimana, sederhanamu selalu cukup untuk menyalakan lagi hal yang ingin padam dalam diri ini.

Kekasih,

Kita pernah berjalan dalam cahaya, menyimpan tawa di sela hari yang penuh kelelahan.

Namun kita juga pernah diam lama, menyusun ulang hati yang retak agar tetap sanggup menyebut satu sama lain.

Kekasih,

Andai cinta hanyalah tentang hari baik, kita takkan bertahan sejauh ini.

Justru dari retak itulah kita belajar memulihkan, belajar memilih, belajar tetap pulang meski letih.

Dan kini aku mengerti kau bukan sekadar yang kupilih, kau adalah alasan mengapa aku bertahan pada semua yang tidak mudah.

“fa inna ma’al ‘usri yusra”

Wassalam

Hendra Wijaya


Discover more from hendrawijaya.net

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Discover more from hendrawijaya.net

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading