Bounce rate google analytic

Artikel ini terakhir diperbaharui pada 15 August 2020.

Halo selamat sore semua, kali ini saya akan share bagian terkecil dari SEO (Search Engine Optimation), dimana jika anda terbiasa menggunakan ekosistem milik google seperti google analityc, harus nya anda akan melihat bounce rate pada laporan dashboard.

Yang menjadi pertanya adalah… apa itu bounce rate ? dan bagaimana anda berdamai dengan nya ? (udah seperti musuh ya). Untuk memahami itu, saya sarankan anda untuk lebih seksama membaca artikel saya dibawah ini.

Sebelumnya, ekosistem google sangat banyak dan kompleks, tidak hanya terkait analityc, anda juga bisa membaca salah satu ekosistem google di artikel ini : cara menggunakan google datastudio dan cara mendapatkan sertifikat gratis dari google dan open university.

Oke mari kita lanjut ya.

Pengertian Bounce Rate

Secara sederhana saya jelaskan pengertian bounce rate (Rasio Pantulan) adalah dimana pengunjung website anda hanya mengunjungi satu halaman saja tanpa berinteraksi dengan halaman lain DIBANDINGKAN DENGAN seluruh pengunjung website anda. Biasanya di tampilkan dalam bentuk persentase. Menurut google analityc adalah seperti ini.

Contoh : Pengunjung website anda 100 tetapi yang HANYA mengunjungi 1 halaman ada 50 orang, jadi bounce rate atau rasio pantulan dari situs anda adalah : 50/100 x 100% = 50%

average bounce rate

Bounce Rate Ideal

Untuk menghitung berapa % bounce rate ideal dalam suatu situs, anda perlu memberikan GOAL terlebih dahulu dari situs tersebut.

GOAL atau tujuan pembuatan situs harus menjadi dasar anda menentukan apakah bounce rate nya ideal atau tidak. For example, di blog saya ini, tujuan/goal saya adalah membuat anda dapat berlama-lama di blog saya untuk membaca artikel-artikel yang saya tulis.

Sehingga bounce rate / rasio pantulan di blog saya seharus nya TIDAK BOLEH 100%, jika 100% maka artinya pengunjung blog ini hanya melihat 1 halaman saja, tidak melakukan aktivitas klik apapun di blog ini (bisa tekan button back, close window browser, atau leave page).

Berbeda dengan Landing page yang hanya berisikan 1-2 halaman yang difungsikan untuk show up nomor telp / email perusahaan yang dengan itu bisa langsung melakukan action call pada perusahaan tesebut, misalnya SERVICE AC, SERVICE Ledeng, dll. 

Bounce rate 100% bisa jadi merupakan tujuan mereka, karena informasi dalam halaman tersebut sudah sangat jelas, dan tidak perlu melakukan klik di halaman lain.

Cara Mempertahankan

OKE, jika anda sudah paham goal dalam membuat situs, mari kita ambil contoh blog lagi, dan anda juga sudah dapat memperkiarakan berapa % bounce rate ideal untuk situs anda. Bagaimana cara anda mempertahankannya ?

Atau ada dari salah satu artikel yang anda tulis memiliki bounce rate yang besar ? bagaimana anda mengurangi nya ?

Untuk menjawab itu semua, berikut saya berikan penjelasan.

Pertama, jika artikel yang saya tulis ternyata memiliki bounce rate yang tinggi, saya akan posisikan sebagai pembaca artikel, bukan sebagai penulis. Kenapa ? 

Alasannya jelas, sebagai pembaca artikel, apa yang membuat saya nyaman dengan yang sedang saya baca ? apa yang membuat saya melakukan klik ke artikel lain ? 

What you need to do

Artikel yang saya baca harus jelas maksudnya, navigasi situs nya jelas, terdapat gambar (biar ga bosen) dan bisa juga ditambahkan video embeded, tidak banyak iklan di dalam situs apalai pop-up iklan (itu bisa buat orang jantungan loh), situs nya cepat di akses walaupun sinyal internet lemah, ada link internal yang relevan terkait bahasan artikel.

Untuk kemanyamanan teman-teman itu jadi saya sengaja upgrade server hosting nya : upgrade server khusus wordpress. Dan merubah blog ini berbasis AMP agar anda mengakses lebih cepat walaupun dari signal internet yang lemah : transformsi blog ke AMP.

Bouce rate detail

Sebagai contoh artikel saya terkait membatalkan transfer berkala pada intenet banking BCA mempunyai bounce rate paling tinggi dibanding artikel lain. Tentu saya harus menganalisa terkait hal ini, kenapa bisa terjadi ? apakah kontennya terlalu sedikit atau user sudah dapat menemukan informasi yang dia cari ? ini PR buat saya.

Kesimpulan

Bounce rate tinggi dan rendah tergantung goal anda sebelumnya dalam membangun sebuah situs, jika situs anda menghendaki setiap user yang datang langsung mendapat informasi dan melakukan action untuk call atau email ke perusahaan anda, maka bounce rate tinggi tidak lah jadi masalah.

Tetapi jika situs anda di dedikasikan untuk  online shop yang komplek banyak halaman seperti barang, chart, checkout, payment method, confirmation dll, bounce rate tinggi, anda perlu concern terhadap hal tersebut.

Mohon teman-teman yang lebih paham bounce rate bisa berbagi ilmu di kolom komentar ya. Terimakasih

Wassalam
Hendra Wijaya

Reference, Tanggal akses 13 Agustus 2020, Pukul 09.55 Wita :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *